URGENSI KEBERADAAN BPM DI FAKULTAS

Kolom Legislator 2

Oleh :             Furkon

ketua BPM KEMA FPIK

URGENSI KEBERADAAN BPM DI FAKULTAS

BPM-Badan Perwakilan Mahasiswa-mungkin masih asing di telinga kita, apalagi bagi mahasiswa yang ”sibuk” dengan agendanya masing-masing. BPM, yang kalau kita boleh analogikan dengan pemerintahan merupakan DPR/MPR nya Negara. Bayangkan bagaimana keberlangsungan berjalannya ”roda pemerintahan” tanpa adanya badan yang konon katanya terdiri lebih dari 500 anggota itu. Bayangkan kalau tidak ada badan yang katanya harga Jas untuk pelantikan per orangnya saja mencapai 5 juta, siapa yang akan ”memfollow up” aspirasi konstituen atau bahasa mudahnya, masyarakat?

`Lalu apa hubungannya antara DPR/MPR-Pemerintah dan BPM-BEM ataupun BPM-konstituennya(baca : mahasiswa)? BPM, dalam AD/ART FPIK, merupakan badan yang bertugas mengawasi dan menilai kinerja BEM, menyerap, menampung, dan merumuskan aspirasi anggota Kema FPIK, dan badan yang bertugas untuk memfasilitasi pelaksanaan Musyawarah Mahasiswa Kema FPIK Unpad. Bayangkan kalau tugas-tugas tersebut tidak ada yang ”memegang”, apa yang akan terjadi dengan atmosfir kampus ataupun fakultas? Tentunya akan hadir ”kepentingan-kepentingan” yang tiba-tiba saja menguap ke udara tanpa ada sesuatu yang menstimulusnya.

Terlepas dari semua itu, inilah BPM, badan yang mungkin sering dianggap sebagai ”second class”, inilah BPM dengan segala kekurangan dan kelebihannya, dan inilah BPM kita, BPM Kema FPIK Unpad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s