Resensi Buku-Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus

Judul : Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus
Penulis : Ridwansyah Yusuf Achmad
Penerbit : Gamais ITB-Corp
Cetakan : I/2008
Tebal : 282 halaman

Buku yang berjudul Analisis Instan Problematika Dakwah Kampus ini sarat dengan pengetahuan tentang dakwah dan bagaimana menjalankannya diranah kampus. Sang penulis, Ridwansyah Yusuf Achmad mencoba memaparkan peranan mahasiwa, khususnya mahasiswa yang berlabel Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Bagaimana seorang ADK mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjalankan agenda-agenda dakwah untuk kalangannya, bahkan akan jauh lebih baik, jika dapat menyentuh tataran stackholder kampus, untuk mendapat dukungan agar gerak langkah ADK semakin massif dan bermanfaat secara luas.
Buku ini dibuka dengan sebuah impian sang penulis, beliau mencoba membayangkan pada suatu saat kondisi kampus ITB sudah sangat islami, nilai-nilai islam mulai sering diaplikasikan dalam kehidupan berkampus. Beliau merasa sangat senang, ketika semasa beliau kuliah dulu, keadaan tidak secepat ini berubah. Beliau beranggapan bahwa ini mungkin buah dari perjuangan para aktivis dakwah kampus yang pernah mencatatkan namannya pada lembaran sejarah pergerakan islam di kampus ITB.
Buku ini terbagi ke dalam beberaa bagian, diantaranya bagian dasar mengenai dakwah kampus, organisasi, kaderisasi, syiar dan pelayanan kampus, dan bagian yang terakhir adalah serba aneka, sebelum ditutup dengan bagian tentang penulis. Pada bagian awal, buku ini membahas tentang dakwah kampus, urgensi, ruang lingkup, paradigm dan misi dakwah kampus. Dijelaskan bahwa sebelum para aktivis dakwah kampus, hendaknya memahami hakekat keberadaan dirinya, untuk apa dan bagaimana seharusnya gerakan seorang aktivis dakwah kampus dalam menjalankan proses dakwah. Penting bagi seorang aktivits dakwah untuk mengetahui dan memahami urgensi, paradigma dan misi dakwah kampus.
Pada bagian selanjutnya, buku ini menerangkan organisasi secara umum tentang bagaimana mengenal dan membuat strategi dakwah kampus di perguruan tinggi khusus, peran PUSKOMDA (Pusat Komando Dakwah) dalam percepatan dakwah kampus, bagaimana membangu nuansa kekeluargaan yang baik, bagaimana menjaga kualitas kader, membuat struktur organisasi, bagaimana seharusnya komunikasi antara ikhwan dan akhwat, hubungan LDK-LDF-LDPS, pemilihan ketua lembaga dakwah, memulai sebuah kepengurusan dan ditutup dengan strategi dakwah di kampus yang luas dan tidak satu kompleks.
Pada bagian kedua membicarakan mengenai kaderisasi. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan argumentasi dan kepercayaan diri kader, keseimbangan antara dakwah dan kuliah, perangkat pembinaan selain mentoring , menumbuhkan komitmen dan rasa kepemilikan kader, bagaimana membuat system kaderisasi yang baik, bagaimana menokohkan diri ADK, bagaimana mengatasi kejenuhan kader dalam berdakwah, dan bagaimana menjadi mentor idaman. Pada bagian ini kita akan mendapat pemahaman bagaimana pentingnya sebuah kaderisasi dalam menjalankan aktivitas dakwah yang tentunya dari waktu ke waktu memiliki karakteristik yang berbeda, begitu juga dengan keadaan masing-masing kampus.
Pada bagian ketiga, buku ini menceritakan tentang pentingnya syiar dan pelayanan kampus untuk menunjang citra dan memudahkan pergerakan dakwah, ketika citra dari sebuah lembaga dakwah telah baik dimata kalangan umum, khusunya mahasiswa, maka dakwah akan semakin mudah untuk diterima, namun sebaliknya jika image lemabga dakwah eksklusif, maka apapun yang dilakukan oleh lembaga dakwah akan dipandang sebelah mata. Untuk itulah diperlukannya syiar dan pelayanan kampus, syiar bermanfaat untuk menyebarkan nilai-nilai, budaya serta kegiatan-kegiatan yang bersifat islami, agar para mahasiswa tidak melupakan dan senantiasa ingat akan nilai-nilai agaman yang dianutnya, yaitu islam. Sementara dalam hal pelayanan kampus, sangat diperlukan untuk menyebarkan sayap-sayap dakwah, agar keberadaan lembaga dakwah tidak hanya untuk kepentingan pribadi, apalagi hanya untuk menambah kuantitas kader, tapi benar-benar juga dapat berperan dalam kebutuhan mahasiswa, tentunya dalam lingkup yang terbatas.
Pada bagian selanjutnya adalah membahas berbagai hal mengenai dakwah kampus, tentang bagaimana membangun ikatan alumnbi dakwah kampus, identifikasi dan pembinaan, peran dakwah kampus terhadap sekolah, pemimpin yang empati, manajemen aksi massa damai, bagaimana syuro yang efektif, peran coordinator akhwat, menghilangkan kesan eksklusif aktivis dan lembaga dakwah, serta bagaimana membangun jaringan ke tokoh-tokoh penting untuk mendukung pergerakan dakwah.
Buku ini sangat cocok bagi anda yang mengaku sebagai aktivis dakwah kampus, terutama untuk para pemimpin lembaga dakwah. Bagi para mahasiwa baru yang akan menjadi calon penerus aktivis pun dianjurkan untuk membaca dan memahami buku ini, sebagai persiapan untuk masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s