Inilah Secercah Cerminan Pemuda Bangsa Indonesia Saat Ini

Mencontek ; Jalan Singkat Menyelamatkan Diri Dari Kekhawatiran Akademik

Furkon_Kema FPIK UNPAD’08

 

Hari itu disebuah kelas yang sunyi, tampak wajah-wajah anak manusia yang berharap-harap cemas terhadap nasib mereka. Nasib yang ditentukan selama tiga hari, tiga hari yang dapat menentukan lulus atau tidaknya seorang murid, Ujian Nasional namanya. Saat itu, terlihat secara jelas oleh mata kepala ketika seorang guru memberikan sebuah kertas kepada muridnya melalui sebuah jendela, dan tampak wajah sang murid yang cukup sumringah dengan kertas yang ada digenggaman tangannya, dan berhasil melewati pengawasan dari seorang pengawas ujian. Singkat cerita ternyata kertas tersebut merupakan kunci jawaban terhadap soal ujian yang sedang di ujikan pada saat itu. Dan tahukah kawan, kapan saat itu terjadi? Saat ketika diri saya masih menginjak SMP, tepat ketika berumur 15 tahun.

Kisah lainnya adalah ketika saya beranjak SMA, dan saat itu ketika sebelum Ujian Nasional berlangsung yang terjadwal pukul 08.00 pagi, pada pukul 06.00 teman-teman yang lain sudah berkumpul dan membagi-bagikan kunci jawaban untuk ujian hari itu.

Dua kisah tersebut mungkin terkesan biasa, biasa bagi kita yang memang menyenangi kebiasaan tersebut. Dan tahukah kawan, kebiasaan tersebut juga mengakar kuat pada kebiasaan seorang mahasiswa di tingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat Perguruan Tinggi, tingkat yang menurut sebagian orang adalah tingkat dimana seorang calon pemimpin bangsa akan terlahir. Beginikah cara pemimpin lahir untuk kemudian memimpin bangsa?

Sahabat, kisah pertama adalah wajah pendidikan tingkat dua di negara ini, yang notabene murid-muridnya masih relatif bersikap jujur, dan kemudian datang sang guru yang dengan tenangnya memberikan kunci jawaban kepada muridnya yang sedang ujian. Dan dari kisah kedua, beranjak kepada sebuah perencanaan terhadap pintu gerbang kegagalan dalam tahapan generasi penghubung penerus bangsa. Mereka dengan rapinya melakukan konspirasi untuk mendapatkan kunci jawaban ujian, walau dengan harga yang begitu mahal.

Pada saat ini, tak terjadikah di tingkat Perguruan Tinggi? Memang tidak sama kasus yang terjadi, namun substansinya tidak jauh berbeda, alias sama. Dengan gagah, berwibawa dan berprestasinya seorang mahasiswa dalam pandangan sekelilingnya, belum menjamin bahwa dirinya bebas dari suatu hal yang sangat hina, suatu hal yang merupakan cikal bakal seorang pejabat melakukan berbagai hal untuk dapat korupsi, yaitu tindakan luar biasa sistemik ; mencontek.

Tanpa sadar ujian demi ujian kita lewati dengan biasa, ya biasa mencontek. Biasa melewatinya dengan berbagai intrik untuk meloloskan diri dari jangkauan pengawasan sang Dosen. Biasa melewatinya dengan berkonspirasi sedemikian rupa dengan rekan terbaik dan terburuk untuk mendapatkan sebuah jawaban yang dipikir dapat menyelamatkan dirinya dari kekhawatiran akademik. Biasa melewatinya dengan sebuah strategi perang dengan menyiapkan secarik kertas kecil yang suatu saat siap dikeluarkan sebagai referensi jawaban ujian.

Sahabat, pemuda, bangkitlah. Yakinlah bahwa dengan itu belum tentu dapat menyelamatkan diri dari kekhawatiran akademik. Yakinlah perlahan itu akan menjadi sebuah kebiasaan layaknya seorang perokok yang kesulitan untuk keluar dari kebiasaan merokoknya, layaknya seorang pemabuk yang kesulitan untuk keluar dari kebiasaan mabuknya.

Hari ini adalah hari Ujian Akhir Semester, bagi kita yang masih tingkat 1, bersiaplah terhadap dua pilihan, menjadikan ini sebuah kebiasaan lanjutan atau menjadi orang yang yakin terhadap kemampuan diri sendiri. Bagi kita yang sudah tingkat II, III, bahkan IV, masihkah nyaman dan merasa tak terawasikah oleh Tuhan Maha pencipta alam semesta?

Dan terakhir, beranikah menerima tantangan untuk mengatakan dengan tegas bahwa saya tidak akan mencontek?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s