Antara Menulis atau Mati

Furkon_March 8, 2011

Bergerak atau Mati. Begitulah kata orang bijak. Bergerak atau mati pantaslah di arahkan kepada kaum yang menamakan dirinya kaum intelektual. Kaum yang sering di gadang-gadang sebagai penerus bangsa, kaum itu bernama mahasiswa. Menjadi mahasiswa adalah sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang langka, sesuatu yang belum tentu dirasakan oleh semua.

Menulis atau mati, bukanlah sebuah pilihan jika tidak memilih untuk menulis, maka mati. Bukti nyata dari kehidupan adalah dengan adanya sebuah pergerakan, sebuah sentuhan untuk senantiasa menjadi lebih baik, salah satunya adalah dengan menulis. Menjadi mahasiswa adalah sebuah anugerah. Lantas apakah anugerah tersebut dibiarkan begitu saja, kita rasa tidak.

Anugerah tersebut alangkah lebih baiknya jika kita syukuri dengan hal-hal yang bermanfaat. Dengan begitu banyaknya input yang kita dapat dari aktivitas kampus dan non-kampus. Orang bijak mengatakan bahwa ikatlah ilmu dengan menulisnya. Maka baiklah kiranya jika ada media untuk penyaluran ide, gagasan dan aspirasi. Menulis tidak hanya berdasarkan disiplin ilmu yang kita pelajari, namun juga diluar dari itu. Bahkan kita dapat menulis hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan dan permasalahan bangsa.

Mahasiswa kita(red-fpik) adalah mahasiswa yang memiliki potensi luar biasa untuk jauh lebih berkembang. Lihatlah bagaimana seorang Ali Anzhal, Historina S, Kirana, Ragil, dan lainnya dapat menginjakkan kakinya di belahan dunia lain, beberapa karya tulis telah berhasil lolos dan juara diberbagai bidang, ada yang berhasil dalam bidang Program Kreativitas Mahasiswa, Lomba Karya Tulis Mahasiswa Ilmiah Al Quran dan lainnya. Hal ini sedikit banyak membuktikan bahwa sumber daya mahasiwa kita adalah sumberdaya mahasiswa yang berpotensi untuk menjadi yang terbaik.

Maka sudah selayaknya potensi tersebut kita jaga dan tingkatkan. Salah satunya adalah dengan menulis. Menulis merupakan satu pilihan bijak untuk senantiasa mengasah kemampuan kita sebagai kaum intelektual. Dengan menulis kita dapat menyuarakan aspirasi, ide ataupun gagasan yang kita punya. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, maka kita dituntut untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kompetensi dalam bidang masing-masing. Pertanyaan besarnya adalah sudah sejauh mana kita menjaga dan meningkatkan kemampuan kompetensi dan intelektual kita sebagai mahasiswa, sudahkah kita mulai merencanakan untuk menulis?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s