Menjadi Perwakilan Mahasiswa Adalah Sesuatu yang Luar Biasa

Furkon_Ketua BPM KEMA FPIK UNPAD 09’10

Selasa, 8 Maret 2011

Menjadi perwakilan mahasiswa merupakan sebuah peran yang tidak biasa, apalagi di fakultas perikanan dan ilmu kelautan, fakultas dimana posisi badan perwakilan mahasiswa belum menempati peran yang semestinya. Menjadi perwakilan mahasiswa adalah sebuah tantangan tersendiri, di tengah arus popularitas yang berlindung dibalik kata kontribusi. Benar adanya kalaulah dikatakan hidup itu adalah pilihan, dalam hal ini berbanggalah wahai engkau perwakilah mahasiswa, engkau adalah mahasiswa-mahasiswa terpilih, engkau adalah sekelompok minoritas orang yang terpilih dari ratusan mahasiwa yang terdaftar difakultas ini. Tidaklah mudah memutuskan untuk mengambil formulir Pengisian Kekosongan Anggota (PKA), dan tidaklah muda memutuskan untuk mendaftarkan diri untuk menjadi wakil mahasiwa ketika Pemilihan Raya Mahasiswa diselenggarakan.

Bayangkan apa yang akan terjadi ketika sebuah institusi yang bernama eksekutif tidak ada yang mendampingi dan mengawasi. Ketika diawasi saja masih terdapat penyimpangan yang tak jarang tertutup rapi. Begitu pula dengan badan eksekutif mahasiswa. Dunia mahasiswa adalah dunia pembelajaran sekaligus dunia berkarya.

Kemudian pertanyaan yang menguap adalah apa yang menjadi peran dan posisi badan perwakilan mahasiswa belum menjadi badan yang memegang peranan penting dan dianggap penting oleh mahasiswa? Pertanyaan inilah yang sering kali merasuki orang-orang yang menamakan dirinya aktivis mahasiswa. Badan perwakilan mahasiswa lahir dikarenakan memiliki 3 peran utama dalam kelembagaan kemahasiswaan, pertama adalah peran legislasi, yaitu peran yang menitikberatkan kepada pembuatan peraturan yang melingkupi kemahasiswaan, namun sangat disayangkan hal ini seperti luput ditelan massa, peran ini merupakan bukti nyata bahwa badan perwakilan mahasiswa ada. Ada ruang-ruang dimana peraturan ini sangat bermanfaat untuk kehidupan bermahasiswa, diantaranya adalah peraturan mengenai tata cara pemilihan ketua dan wakil ketua badan eksekutif mahasiswa dan anggota badan perwakilan mahasiswa, peraturan mengenai pola pembinaan mahasiswa baru dan peraturan pengawasan dan penilaian kinerja badan eksekutif mahasiswa. Disamping tiga peraturan tersebut, ada ruang-ruang yang masih belum tersentuh, diantaranya adalah peraturan atau regulasi mengenai beasiswa dan media informasi mahasiswa. Dua hal penting yang kemudian jarang disentuh.

Peran kedua adalah pengawasan. Peran yang cukup penting untuk menjaga ritme perjalanan kinerja badan eksekutif mahasiswa agar tetap pada track nya. Badan perwakilan mahasiswa dapat menerapkan kesepakan-kesepakatan dalam hal pengawasan, terkait dengan standar pengawasan dan penilaian. Baik-buruknya kinerja badan eksekutif mahasiswa sesungguhnya terdapat peran yang tidak sedikit dari badan perwakilan mahasiswa sebagai badan yang salah satunya berfungsi sebagai pengawas. Sebagai contoh ketika badan eksekutif melakukan sebuah kesalahan yang tak disadari seperti melakukan kegiatan yang diluar dari GBHK lembaga, maka badan perwakilan mahasisa harus jeli melihatnya untuk kemudian duduk bersama untuk membicarakan hal tersebut.

Peran yang ketiga adalah peran budgeting. Peran dalam hal pengaturan dan pengelolaan keuangan organisasi. Dalam hal yang satu ini, badan perwakilan mahasiswa memiliki tantangan tersendiri, hal ini dilatarbelakangi karena kurangnya pemahaman mahasiswa dalam hal pengelolaan keuangan organisasi dalam tataran teknis. Namun hal ini tentu tak dapat dijadikan sebuah pembenaran untuk kemudian melepaskan diri. Badan perwakilan mahasiswa dengan memiliki peran yang ketiga ini, tentu dapat memainkan peran agar keuangan mahasiswa, dalam hal ini dana kemahasiswaan tidak carut marut, dan jelas penggunaan serta pelaporannya. Hal ini dapat diterapkan dengan membentuk tim budgeting yang bekerja khusus untuk mengurusi hal-hal tentang keuangan lembaga/organisasi.

Menjadi perwakilan mahasiswa adalah sesuatu yang luar biasa, luar biasa karena tak banyak yang berani memegang amanah yang tidak mudah ini. Kalaulah hanya sekedar menjalankan sebuah event, adalah hal yang biasa. Namun menjadi legislator, pengawas badan eksekutif mahasiswa dan menjadi budgetor adalah sesuatu yang luar biasa. Maka bersemangatlah, cukuplah Tuhan yang melihat kerja-kerja keras, cerdas dan ikhlas kita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s