Refleksi Visi Besar dengan Semangat, Kesungguhan dan Langkah yang Besar

Hal besar apa sebenarnya yang dapat mewakili dan menjawab mengapa kita masih tetap berada pada amanah kita saat ini. Amanah dalam kemahasiswaan, amanah dalam akademik, amanah dalam berkeluarga, amanah dalam berkeprofesian, amanah dalam bermasyarakat dan berbangsa, bahkan amanah dalam menjadi insan pribadi manusia seutuhnya. Mengapa kita harus memiliki hal besar tersebut dalam mengemban amanah yang ada. Berangkat dari hal-hal besar tersebut (red : alasan), sesunggguhnya sesegara mungkin kita harus menyadari bahwa hal tersebut sangat penting untuk senantiasa menjadi pengingat kita dalam beramanah. Maka ketika alasan (hal besar) tersebut sudah melekat kuat dalam hati, maka akan terlahir sebuah rangkaian kata penggugah yang tergabung dalam sebuah label bernama visi besar dalam amanah yang kita emban saat ini.

 

Kalaulah kita tarik lebih ke dalam, founding fathers kita pada saat itu sesungguhnya memiliki visi besar dalam membangun bangsa yang bernama Republik Indonesia ini. Visi yang mungkin telah melangkahi zamannya. Visi menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. Sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa “…mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur…” dan pada alinea lain (ke empat) menyatakan bahwa “…untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”. Maka sudah sepantasnya kita sebagai penerus founding fathers terdahulu, senantiasa merefleksikan visi besar tersebut dalam kehidupan kita hari ini. Dengan demikian, yang terlahir adalah semangat untuk senantiasa mewujudkan janji kemerdekaan (visi besar) tersebut. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Rangkaian kalimat pada paragraf diatas barulah berupa visi besar bangsa ini, lantas bagaimana dengan visi besar kita dalam konteks yang lebih dekat dan lebih nyata? Akankah kita menghabiskan detik demi detik dalam kehidupan tanpa visi besar yang akan menjawab bagaimana kondisi yang ada pada masa depan?  Kalaulah kita menyadari sesungguhnya begitu banyak dan kompleks tantangan yang sedang dialami oleh bangsa ini, dengan mempelajari rekam jejak perjalanan para founding fathers dan pahlawan kita, dengan memperdalam nilai-nilai keagamaan yang kita yakini, dan dengan memahami kondisi bangsa saat ini, serta dengan kesungguhan untuk turut berperan aktif menyelesaikannya, sesungguhnya akan kita temui dan dapatkan sebuah kalimat yang berbunyi “Bagaimana cara saya mengkorelasikan visi besar pribadi dengan kontribusi nyata untuk bangsa agar bangsa ini dapat mewujudkan janji kemerdekaan (visi besar) nya?”. Dalam konteks kehidupan kita hari ini sebagai seorang agen intelektual (mahasiswa ataupun dosen), sesungguhnya kita memiliki 3 tujuan besar yang tercantum dalam tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Lantas pertanyaan besar yang menguap adalah “Sudah sejauhmana dan sebermanfaat apa kita mengejawantahkan 3 tujuan besar tersebut dalam kehidupan nyata?”.

 

Sesungguhnya kita harus senantiasa menjaga semangat juang positif, menumbuhkembangkan kesungguhan dan mengakhirinya dengan sebuah langkah besar, agar kita dapat merefleksikan apa sesungguhnya visi besar kita dalam berkehidupan ini. Semangat juang positif tanpa ditemani dengan kesungguhan dan langkah besar, akan menjadi hal yang sia-sia. Pun sebaliknya, langkah besar tanpa semangat juang dan kesungguhan yang kuat, akan menjadikannya kehilangan arah. Dalam satu momen, Anis Matta (Anggota DPR RI) pernah mengatakan bahwa, “Kita tak akan sanggup membangun Indonesia yang besar ini hanya dengan seorang diri, hanya dengan golongan sendiri atau hanya dengan komunitas sendiri”. Disambung oleh pernyataan dari Ridwan Kamil (Arsitek Lingkungan) dengan mengatakan bahwa “Jika kita sungguh-sungguh ingin mewujudkan Bangsa Indonesia yang lebih baik, maka kita membutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen bangsa untuk mewujudkannya”. Dan kita akhiri dengan pernyataan terkenal dari salah satu bapak bangsa kita, Soekarno yang mengatakan bahwa “Berikan aku 10 orang pemuda yang cinta terhadap tanah airnya, maka akan aku goncangkan dunia”.

 

Maka kita dapatkan benang merah yang nyata dari ketiga inspirasi tersebut, bahwa untuk mewujudkan Indonesia sesuai dengan visi besar bangsa (cita-cita) atau janji kemerdekaan para founding fathers, kita tak akan sanggup hanya dengan berjuang seorang diri, atau dengan golongan sendiri, tapi juga dibutuhkan sebuah kolaborasi besar, atau dalam bahasa pemerintahannya sebuah sinergisasi besar antar elemen bangsa, dan itu semua dapat kita lakukan dengan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Maka niat luhur kita untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik akan bukanlah sebuah mimpi lagi, tapi sebuah kondisi yang akan kita capai secara bersama-sama.

 

Dan akan saya tutup tulisan ini dengan sebuah kalimat penggugah dari seorang pejuang bernama Soe Hok Gie, yang mengatakan bahwa “… Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan, dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Maka nilai yang terkandung dalam rangkaian proses menuju Indonesia yang lebih baik adalah dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat, memahami apa permasalahan yang sedang menghinggapi masyarakat dan apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh masyarakat, Indonesia yang kekinian dan Indonesia yang kekinian, sehingga visi besar kita dapat berjalan juga beriringan dengan seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat, elemen yang menjadi muara dari seluruh visi besar bangsa.

 

Semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan dan memercik kembali semangat juang positif, kesungguhan yang kuat dan melahirkan langkah-langkah besar untuk bangsa dan negara. Dan juga menjadi autokritik untuk penulis agar lebih baik lagi dalam berkarya dan menjadi renungan bagi kita semua yang ingin melihat dan menyaksikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.  

 

 

 

 

Furkon

Menteri Kajian Strategis BEM KEMA UNPAD KABINET SIGNIFIKAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s