Pulau Kera dan Misi Zakat Community Development

Secara geografis, Pulau ini terletak di tengah – tengah Teluk Kupang (antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang), berada di antara Pulau Semau dan Pulau Timor. Namun secara administratif, Pulau Kera merupakan bagian dari Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jangan harap akan bertemu dengan kera di pulau ini, karena tak ada satupun kera yang disana. Kata ‘Kera’ dalam nama Pulau Kera berasal dari kata ‘Kea’ yang berarti penyu. Pulau ini dapat dilihat dari sepanjang Pantai Kupang, dengan rupa seperti garis panjang yang berwarna putih kecokelat-cokelatan.

Pulau ini sungguh indah, memiliki perairan yang jernih, pasir putih dan langit yang biru, dan satu lagi, bebas dari tebaran sampah. Berlanjut ke bawah laut perairan Pulau Kera, terdapat banyak jenis tumbuhan laut, seperti ganggang hijau dan lamun (seagrass), terumbu karang yang berwarna warni dan beragam bentuk serta ikan – ikan laut yang beragam jenis dan ukuran. Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai titik penyelaman atau hanya sekedar untuk snorckling, menikmati pemandangan bawah laut Pulau Kera. Selain potensi pariwisata laut dan hasil tangkapan yang melimpah, Pulau Kera juga memiliki potensi untuk menjadi tempat budidaya rumput laut dan budidaya ikan kerapu, karena didukung oleh kualitas air yang jernih dan pergerakan arus yang cocok.

Tidak ada akses listrik di pulau ini, pasokan air tawarpun harus didapat dari Kota Kupang melalui akses perahu tempel dengan harga Rp. 2.000 untuk 20 liter air tawar. Melirik kepada fasilitas pendidikan, tidak ada SD, SMP atau SMA, yang ada hanya madrasah, satu – satu nya lembaga pendidikan umum di Pulau Kera. Kondisi madrasah ini cukup memprihatinkan, hanya beratap seng dan berdinding tembok, itupun hanya separuh, sisanya hanya disanggah oleh beberapa kayu. Madrasah tanpa nama ini memiliki 43 siswa dengan 2 orang guru lokal dan 4 orang guru relawan dari Madura. Pulau ini hanya dihuni oleh 100 Kepala Keluarga, dengan total 320 jiwa. Mereka semua mayoritas beragama islam, berasal dari suku bajo, Sulawesi Tenggara, sejak tahun 1911 ketika Raja Kupang, Nesneno mengundang pelaut bajo untuk mengajari masyarakat Pulau Kera berlaut.

Pulau yang mayoritas pekerjaan harian masyarakatnya adalah nelayan tangkap ini tidak memiliki akses kesehatan seperti puskesmas, apalagi rumah sakit. Jika ada yang sakit ringan, cukup melalui pengobatan tradisional atau dibawa ke puskesmas di Pulau Sulamu, lain cerita jika ada yang mengalami sakit berat, maka akan di bawa berobat ke Kota Kupang.

Berdasarkan kondisi itulah maka kami dari Badan Amil Zakat Nasional, baik pusat maupun daerah (Provinsi NTT) tergerak untuk melakukan sebuah program yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Kera. Kami merangkul masyarakat umum dan mahasiswa untuk bersama menjalankan misi kemanusiaan ini. Sejak kedatangan kami pada tanggal 24 Oktober 2013 ke sana, kemudian berbagi cerita dengan masyarakat sekitar dan melakukan observasi sederhana tentang kondisi fisik dan sejarah Pulau Kera, maka ada dorongan yang kuat untuk kemudian melakukan sebuah misi kemanusiaan disana.

Gerakan pertama di awali dengan membuat sebuah tulisan tentang Pulau Kera, dilengkapi dengan foto otentik dan video, maka disebarlah melalui facebook kepada masyarakat umum. Belum genap 2 hari, sudah ada beberapa teman yang tertarik untuk membantu, baik melalui donasi dana ataupun dalam bentuk lainnya. Setelah melakukan penggalangan dana selama 10 hari, maka terkumpullah dana sebesar Rp. 3.700.000,- dan 1 koper pakaian layak pakai yang dibawa langsung dari jakarta. Untuk mempermudah proses pengadaan barang, maka kami bekerja sama dengan beberapa mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk membeli beberapa barang kebutuhan masyarakat Pulau Kera, seperti Al Quran, Iqra, buku tulis, alat tulis, mukena, kerudung, baju koko, sikat dan pasta gigi serta 2 dus besar pakaian layak pakai hasil penggalangan bantuan dari mahasiswa FKM Undana.

Tepat tanggal 9 November 2013, dimulailah perjalanan menuju ke Pulau Kera, setelah 2 hari sebelumnya memberikan Pelatihan kepada Tim Pengelola Program Zakat Community Development (ZCD) kepada 7 Baznas Kab. se Provinsi NTT. Perjalanan dengan menggunakan perahu motor ini hanya memakan waktu selama 30 menit, berangkat pada pukul 09.00 WITA pagi, kondisi laut masih tenang dan memudahkan perjalanan, puji syukur kepada Allah swt, karena jika angin sedang bertiup dengan kencang, maka jangan harap kapal akan berlayar dengan tenang.

Sesaat sebelum sampai ke Pulau Kera, kami disuguhi oleh ikan terbang yang beberapa kali muncul dan terbang beberapa menit lama nya diatas permukaan laut. Dengan kondisi laut yang begitu tenang dan air yang jernih, kami dapat melihat kondisi perairan sekitar Pulau Kera. Salah satu biota laut yang kami temukan adalah anak ikan pari yang berdiam diri diatas pasir di dasar perairan sedalam 7-10 meter.

Sesampainya di Pulau Kera, kami segera disambut oleh beberapa masyarakat lokal dan mereka dengan cekatan mengumpulkan masyarakat di Mesjid Darul Bahar untuk acara penyambutan dan sosialisasi program Zakat Community Development (ZCD) di pulau ini. Satu persatu warga mulai berdatangan hingga mesjid tak mampu lagi menampung banyaknya warga yang sangat antusias kepada kedatangan kami. Acara dibuka oleh oleh tokoh masyarakat yang sangat dihormati disana, namanya Bantiu Rabana. Lelaki paruh baya yang juga bertindak selalu imam mesjid ini membuka acara dengan begitu semangat, kemudian dilanjutkan kepada sambutan dan sosialisasi program ZCD oleh Ketua Baznas Prov NTT, Bapak Abdullah Said Sagran. Beliau memaparkan bahwa Pulau Kera akan dijadikan sebagai titik program pemberdayaan masyarakat, program ini bersih dari kepentingan politik, program ini lahir atas dasar kajian masalah dan potensi yang ada di pulau ini, dan masyarakat Pulau Kera lah yang akan lebih berperan aktif kelak. Beliau menekankan bahwa Islam tidak hanya berbicara masalah aspek spiritual, karena islam adalah agama yang komprehensif, juga menyangkut aspek kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, yang kesemuanya akan masuk ke dalam Program ZCD.

Selepas acara di mesjid, kami bergegas untuk menuju madrasah, untuk melakukan penyerahan bantuan kepada masyarakat Pulau Kera. Setelah acara penyerahan dilakukan , berlanjut dengan simulasi cara sikat gigi yang baik dan benar kepda anak-anak Pulau Kera. Mereka diajarkan oleh kakak-kakak mahasiswa FKM Undana. Kegiatan simulasi cara sikat gigi ini di dukung oleh komunitas DENT’S DO, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama masyarakat Pulau Kera di samping madrasah. Senyum dan canda tawa anak-anak dan warga Pulau Kera membuat kami semakin bersemangat, mereka begitu senang dengan kedatangan kami. Senang rasanya melihat antusias mereka dengan kegiatan kami disana.

Kegiatan ini hanya sebagai pengawal untuk program selanjutnya yang lebih produktif, yaitu Zakat Community Development, program pemberdayaan komunitas berbasis dana zakat, infaq dan sedekah. Program ini meliputi 4 fokus bidang ; ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Program ini merupakan program yang berbasis pada masalah dan potensi yang ada pada sasaran program, dengan menekankan pada partisipasi aktif masyarakat. Saat ini, sedang dilaksanakan tahap pengkajian oleh Tim Pengelola dan Pengawas (TPP) ZCD oleh Baznas Prov. NTT. Hasil dari pengkajian tersebut adalah berupa laporan hasil kajian dan proposal program selama 3-5 tahun ke depan.

Program Zakat Community Development ini memiliki visi mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera. Program Nasional dari Badan Amil Zakat Nasional ini dimiliki bersama oleh Baznas Pusat, Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten/kota se-Indonesia, dan Pulau Kera salah satu titik yang menjadi sasaran program. Mari kita bersinergi untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera!20131109_101611

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s